PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL
sebagai ideologi nasional, Pancasila diperkenalkan dengan cara amat paradoks, bahkan cenderung hipokrit. Di satu sisi pemerintah menginginkan agar masyarakat Indonesia memahami dan melaksanakan isi Pancasila secara konsekuen, di sisi lain pejabat dan petinggi negara melacurkan kekuasaannya tanpa ada kontrol dari instrumen hukum. Mereka mengangkangi jiwa Pancasila itu sendiri. Anehnya, Soeharto malah meyakini, masyarakat Indonesia saat itu telah mengalami kemajuan perilaku yang lebih positif karena indoktrinasi Pancasila. Soeharto mengatakan, "Namun, cukup tanda-tanda bahwa secara umum sekarang ini Pancasila telah mengakar lebih luas; masyarakat menjadi lebih sadar, lebih jujur, dan lebih yakin dibanding keadaan sebelum ini" (1989:337).
JIKA ideologi nasional merupakan seperangkat ide-ide bijak yang digali dari kekayaan khazanah budaya, nilai, dan kearifan lokal bangsa ini, maka sepatutnya Pancasila ditempatkan pada posisi semestinya. Andaikata ia ditempatkan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia, Pancasila tidak lagi dijadikan "berhala" yang bisa menindas siapa saja. Sebuah ironi jika Pancasila sebagai ideologi nasional dan sebagai falsafah hidup bangsa, justru digunakan untuk bangsa ini. Pendekatan indoktrinasi kognitif-teoretis dalam menyebarluaskan Pancasila sudah bukan zamannya lagi. Memanipulasi Pancasila sebagai kendaraan politik dan referensi absolut untuk melenyapkan lawan politik, sudah tidak sesuai lagi bagi kondisi Indonesia kekinian yang lebih demokratis. Pancasila ke depan adalah Pancasila yang dapat ditransformasikan ke dalam atmosfer praksis tanpa dibungkus formalitas semu yang mengaburkan semangat Pancasila sendiri.
JIKA ideologi nasional merupakan seperangkat ide-ide bijak yang digali dari kekayaan khazanah budaya, nilai, dan kearifan lokal bangsa ini, maka sepatutnya Pancasila ditempatkan pada posisi semestinya. Andaikata ia ditempatkan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia, Pancasila tidak lagi dijadikan "berhala" yang bisa menindas siapa saja. Sebuah ironi jika Pancasila sebagai ideologi nasional dan sebagai falsafah hidup bangsa, justru digunakan untuk bangsa ini. Pendekatan indoktrinasi kognitif-teoretis dalam menyebarluaskan Pancasila sudah bukan zamannya lagi. Memanipulasi Pancasila sebagai kendaraan politik dan referensi absolut untuk melenyapkan lawan politik, sudah tidak sesuai lagi bagi kondisi Indonesia kekinian yang lebih demokratis. Pancasila ke depan adalah Pancasila yang dapat ditransformasikan ke dalam atmosfer praksis tanpa dibungkus formalitas semu yang mengaburkan semangat Pancasila sendiri.
Peran Ideologi
Dalam era yang seperti ini, kedudukan ideologi nasional suatu negara akan berperan dalam mengembangkan kemampuan bersaing negara yang bersangkutan dengan negara lainnya.Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya.
Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia dengan berdasarkan Pancasila. Dengan ideologi nasional yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa.
Pancasila sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. Karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi. Setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini, setiap warga negara Indonesia yang mencintai negara dan bangsa ini berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, prestasi bangsa kita akan menentukan posisi Pancasila di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang. *
Dalam era yang seperti ini, kedudukan ideologi nasional suatu negara akan berperan dalam mengembangkan kemampuan bersaing negara yang bersangkutan dengan negara lainnya.Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya.
Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia dengan berdasarkan Pancasila. Dengan ideologi nasional yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa.
Pancasila sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. Karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi. Setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini, setiap warga negara Indonesia yang mencintai negara dan bangsa ini berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, prestasi bangsa kita akan menentukan posisi Pancasila di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang. *


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda